Mengapa Manusia Jatuh Cinta?

mengapa jhon snow dan danaerys jatuh cinta, alasan manusia jatuh cinta, kisah cinta, kisah tentang cinta

Mengapa manusia jatuh cinta? Kalau kita bicara ‘mengapa’ tentu akan dilanjutkan dengan kata ‘karena’. Padahal menurut teori-teori yang beredar tentang jatuh cinta, cinta itu tidak butuh alasan.

Mengapa Danaerys Targaryen dan Jhon Snow Jatuh Cinta?

Langkah-langkah jatuh cinta ada mulai dari yang paling receh hingga yang paling ideologis. Yang receh misalnya, karena sering sama-sama. Kemana-mana berdua, akhirnya nyaman dan saling suka, dan mengaku saling jatuuh cinta. Yang ideologis, misalnya karena punya visi misi yang sama. Contohnya?

Oke kita bahas satu-satu ya. MG Legends akan mengambil contoh dari cerita-cerita yang pernah didengar dan film-film. Siap?

Ingatkah kalian kisah Jhon Snow dan Danaerys Targaryen dalam kisah kolosal Game Of Throne? Dua orang ini digambarkan sosok yang tangguh. Independen dan sama-sama punya nama (jabatan). Jhon Snow ganteng, sedangkan Danaerys cantik.

Pada awalnya mereka tidak jatuh cinta. Malah saling mencurigai dan saling menuduh dalam hati bahwa keduanya haus kekuasaan pada Seven Kingdoms. Padahal pada kenyataannya, di lubuk hati mereka yang paling dalam, mereka sama-sama ingin menyelamatkan dunia dari para night walker atau mayat-mayat berjalan.

Singkat cerita, Jhon Snow pergi ke alam liar yang dingin beku untuk menangkap salah satu night walker, yang akan dijadikan bukti pada Ratu Cersei Lanister di bu kota bahwa mereka harus bersatu menuntas night walker bersama-sama.

Jhon Snow dan rombongannya terjebak dan dikelilingi ribuan night walker. Sebuah Raven sempat dikirim untuk memberitahu Danaerys bahwa Jhon dan timnya sedang dalam bahaya. Dalam rombongan tersebut memang ada orang-orang penting. Salah satunya sahabat dan penasehat Danaerys bernama Jorah Mormont dan orang penting lainnya. Danaerys pun datang dengan naga-nya dan menyelamatkan mereka. Saat itu, Jhon Snow menyadari bahwa Danaerys adalah orang yang sangat besar hati. Seorang ratu sejati yang mengcintai rakyatnya dan sahabat-sahabatnya. Dia rela mengorbankan diri dan dua anaknya (naga) demi mereka. Pada akhirnya salah satu Danaerys mati 🙁

READ  Pacaran Adsens: Trend Pacaran Zaman Now

Tahukah kalian, Plato dalam Symposium mengatakan bahwa sejatinya manusia memiliki dua wajah, 4 tangan dan 4 kaki. Manusia berpasangan dengan diri mereka sendiri. Lalu Dewa pun iri, dan memisahkan manusia. Karena itu, secara alami, manusia selalu mencari seseorang untuk dicintai. Teori lainnya, misalnya dalam agama semit, dikatakan bahwa perempuan terbuat dari tulang rusuk laki-laki. Karena itu, seorang perempuan ketika menemukan pasangan hidup dikatakan kembali ke tulang rusuk.

Sisi lain, Danaerys akhirnya menyadari bahwa night walker sangat berbahaya. Dan demi menyelamatkan masa depan dunia, seorang Jhon Snow yang telah dinobatkan menjadi raja Kingdoms of North (wilayah terluas seven kingdoms), rela mempertaruhkan nyawanya. Saat itu mereka berdua sadar bahwa mereka memikili visi misi yang sama yaitu penyelamatan dunia dan menuntas night walker.

Mereka hidup tidak untuk diri mereka sendiri. Mereka saling menatap dan tanpa bicara, mata mereka mengakui sedang jatuh cinta.

Apakah cinta Jhon Snow dan Danaerys Targaryen tidak bisa dikatakan ‘memiliki alasan’? Atau mereka hanya kembali pada tulang rusuk, atau menemukan diri mereka yang lain, yang dipisahkan para dewa. Kalau kalian punya pendapat, boleh dong share cerita kalian juga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *